- Laktosa (4-7 %)
- Protein (0.6 – 1.0 %)
Beberapa kelebihan whey protein dibandingkan protein biasa diantaranya :
1. Subfraksinya mengandung lactoferin yang memiliki kemampuan meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Kandungan BCAA ( Branched Chain Amino Acids ) yang tinggi. BCAA merupakan asam amino yang sangat penting dalam proses pembentukan otot.
3. Dapat meningkatkan kadar GSH ( glutathione ) dalam tubuh. GSH berfungsi sebagai stimulasi peningkatan kekebalan tubuh, melawan oxidative stress dan membantu liver dalam menyaring racun.
4. Sangat mudah dalam pengolahannya karena dalam bentuk bubuk sehingga sangat efisien.
1. Subfraksinya mengandung lactoferin yang memiliki kemampuan meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Kandungan BCAA ( Branched Chain Amino Acids ) yang tinggi. BCAA merupakan asam amino yang sangat penting dalam proses pembentukan otot.
3. Dapat meningkatkan kadar GSH ( glutathione ) dalam tubuh. GSH berfungsi sebagai stimulasi peningkatan kekebalan tubuh, melawan oxidative stress dan membantu liver dalam menyaring racun.
4. Sangat mudah dalam pengolahannya karena dalam bentuk bubuk sehingga sangat efisien.
Tetapi, Limbah Whey diseluruh dunia dapat mencapai lebih kurang 118 juta ton/tahun,dimana 66 % di eropa, 25 % di USA dan sisanya 9 % tersisa dinegara-negara lain. Ditinjau dari titik kritis kehalalannya, Whey yang dapat bersumber dari pembuatan keju atau mentega, yaitu penggunaan enzim (renet, pepsin) dalam pembuatan keju. Sedangkan pada limbah mentega kemungkinan penggunaan gelatin yang ditambahkan untuk pengatur tekstur dan kelembutan. Whey manis berasal dari limbah keju yang menggunakan enzim sebagai metode koagulasinya, sedangkan Whey asam diperoleh dari metode koagulasi yang menggunakan asam dan yang terakhir adalah jenis Whey teknis yang menggunakan asam selain asam laktat seperti HCl dan asam sulfat.
Dengan demikian jelas sudah mengapa bahan tambahan tersebut perlu dicurigai. Apalagi jika bahan tersebut berasal dari Eropa atau Amerika. Karena penggunaan enzim campuran (rennet dan pepsin, bersumber dari babi) dalam pembuatan keju di Eropa dan Amerika semakin meningkat dari hari ke hari.
Dengan demikian jelas sudah mengapa bahan tambahan tersebut perlu dicurigai. Apalagi jika bahan tersebut berasal dari Eropa atau Amerika. Karena penggunaan enzim campuran (rennet dan pepsin, bersumber dari babi) dalam pembuatan keju di Eropa dan Amerika semakin meningkat dari hari ke hari.
